Kondisi Industri Tekstil Dunia 2025–2026: Tantangan & Peluang

📉 Sentimen Industri Global Masih Hati-hati

Industri tekstil global menunjukkan dinamika yang tidak seragam. Dalam Global Textile Industry Survey terbaru, sektor kain dan garmen masih mengalami tekanan permintaan dan kondisi bisnis yang sedikit memburuk dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, walau terdapat optimism di beberapa wilayah seperti Afrika dan Amerika. Permintaan yang menurun dan tantangan biaya tetap menjadi isu utama.

📊 India Tingkatkan Kapasitas dan Kebijakan

Pemerintah India baru-baru ini menandatangani perjanjian dengan 15 negara bagian untuk menguatkan sistem data dan riset di sektor tekstil, dengan tujuan memperbaiki perencanaan dan daya saing industri.

Namun, sektor ekspor tekstil dan pakaian India diperkirakan akan menurun secara signifikan hingga 50% dalam kuartal awal 2026 karena dampak tarif yang diberlakukan Amerika Serikat, yang memaksa pergeseran order ke negara lain seperti Vietnam dan Bangladesh.

Dalam langkah strategis lain, konferensi besar di Guwahati mempertemukan pemerintah pusat dan negara bagian India untuk menyusun arah masa depan industri, fokus pada inovasi, peningkatan infrastruktur, produksi berkelanjutan, serta ekspansi pasar.

💸 Tekanan Biaya Tenaga Kerja dan Kebijakan Upah

Di Indonesia, kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 dipandang oleh pelaku industri tekstil dan garmen sebagai beban tambahan yang menekan margin usaha, karena kenaikan biaya produksi lebih tinggi sementara tekanan pasar masih besar.

📉 Tantangan Produksi Domestik Indonesia

Kondisi industri tekstil Indonesia menunjukkan tren yang beragam. Meskipun Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan lalu masih berada di zona ekspansi, sektor tekstil ternyata masih mencatat kontraksi dibandingkan subsektor lain dalam industri manufaktur nasional.


🌍 Isu Global yang Mengubah Wajah Industri

♻️ Fokus pada Keberlanjutan

Inovasi material dan proses ramah lingkungan menjadi penggerak penting dalam strateginya. Pameran global seperti Intertextile Apparel menyoroti solusi hijau — dari serat biodegradable sampai metode pewarnaan tanpa air — menegaskan tekad industri untuk memenuhi tuntutan konsumen akan produk yang lebih ramah lingkungan.

🧠 Adopsi Teknologi Cerdas

Pasar smart textiles (tekstil pintar) diprediksi tumbuh pesat hingga 2031 di beberapa negara besar seperti Amerika Serikat, mendorong permintaan bahan yang multifungsi dan terintegrasi teknologi.


📌 Kesimpulan & Outlook 2026

➡️ Global: Industri tekstil masih menghadapi permintaan yang berfluktuasi dan tekanan biaya, meskipun tetap menunjukkan peluang di segmen teknologi dan material baru.
➡️ Negara Produsen Besar: India mengejar strategi data dan ekspor, namun terpukul oleh tarif luar negeri; Vietnam dan Bangladesh bersiap menghadapi kompetisi dan tarif proteksionis.
➡️ Indonesia: Meski ada kinerja positif di beberapa area, sektor tekstil masih berupaya keluar dari kontraksi dan menghadapi isu biaya produksi serta persaingan impor.


📍 Tren Kunci yang Perlu Diikuti 2026:

  • Transformasi menuju textile berkelanjutan dan rendah emisi.

  • Integrasi teknologi cerdas dalam produksi dan produk akhir.

  • Kebijakan perdagangan global (tarif, kuota, aturan asal) yang masih akan memengaruhi aliran ekspor-impor.

  • Pembaruan strategi pasar domestik dan peningkatan kualitas data industri.

Similar Posts