Harga Bahan Baku Tekstil Naik, Pelaku Industri Mulai Lakukan Penyesuaian
Karanganyar, 10 Desember 2025 — Sejumlah pelaku industri tekstil di Jawa Tengah mulai melakukan penyesuaian produksi setelah harga beberapa bahan baku utama, seperti benang poliester dan katun impor, mengalami kenaikan pada pekan ini.
Kenaikan harga bahan baku dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah serta meningkatnya biaya logistik internasional. Berdasarkan keterangan dari salah satu pengusaha tekstil di Solo, harga benang poliester naik sekitar 6–8%, sedangkan katun impor naik hingga 10% dibanding bulan sebelumnya.
> “Kami harus memutar strategi, terutama pada efisiensi energi dan pengaturan shift produksi. Permintaan pasar saat ini stabil, tapi margin semakin ketat,” ujar Rudi Santoso, pemilik perusahaan tekstil di Sukoharjo.
Di sisi lain, beberapa pabrik menerapkan teknologi mesin baru untuk menekan biaya operasional. Penggunaan mesin weaving dan knitting generasi terbaru diklaim mampu menghemat listrik hingga 15%.
Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengimbau pelaku industri untuk tetap menjaga kualitas produk meski tengah melakukan efisiensi. API juga meminta pemerintah mempertimbangkan kebijakan stabilisasi impor bahan baku agar industri lokal tetap kompetitif menghadapi tekanan global.
Dengan kondisi ini, pelaku usaha berharap harga bahan baku dapat kembali stabil pada kuartal awal 2026 sehingga produksi dapat berjalan normal dan permintaan ekspor meningkat.
